Adventure and Art

this is my soul

Rabu, 21 Maret 2012

Lagi-lagi Memikirkanmu

Ditemani dengan hembusan angin dingin malam ini, engkau kembali melintas di pikiranku. Aku tak terlalu peduli malam ini. Aku lelah dengan semua ini. Lagi-lagi memikirkanmu yang jauh di sana. Aku inigin hidup tanpa memikirkanmu. "Seperti bisa, aku hanya diam tak bicara", kata bung Iwan Fals dalam sebuah lagu. Ya.. Memang benar kau dulu menyanyikan lagu itu. Kau akan mencintaiku, tapi kau tak mampu berjanji. Yang pasti saat ini engkau mencintaiku, entah esok lusa. Tapi itu dulu. Sekarang kata-kata tak ada lagi, dan bukan untukku. Aku rindu dengan senyummu, manis. Aku rindu dengan pandanganmu, aku rindu dengan pelukmu. hmmm.. inilah rinduku. Dan lagi-lagi aku memikirkanmu. Aku masih menanti engkau bahagia bersamanya. Semoga kau tak merasakan apa yang sudah aku rasakan, sayang. Dalam rindu, ku titipkan rinduku pada angin malam. Selamat malam, yayank ku. Kecup keningmu, cuph muaacchh.. :)

Selasa, 20 Maret 2012

Sampai Kapan ???

Dan sudah satu tahun aku menjalani kesendirian. Satu tahun aku tak bersamanya lagi. Tapi, rasa sayangku belum berubah sedikitpun. Justru semakin aku mencintainya. Entah apa yang sedang kurasakan. Aku hanya ingin melupakan rasa ini. Masih sangat dekat dan melekat dirinya di hatiku. hhmm.. Mau sampai kapan rasa ini terus melekat? Aku tidak bisa menangis lagi. Aku ingin teriak, aku ingin menangis, aku inigin meluapkan isi hatiku. Tapi entah siapa yang mau mendengarkan. hhhaaaahhh...!!! Sumpek.. Begitu cepat semua ini terjadi, tapi kenapa tak cepat-cepat rasa ini menghilang. Sayang, jelaskan ini padaku. Rasanya aku ingin dekat dengamu, sayangku. Masih sangat tidak rela kau bersamanya. Aku yang mencintaimu dengan tulus. Janji ini sudah terjalin. hmmm.. hahhahahahahahaa. . . lama-lama aku bisa gila!!! :'(

Minggu, 18 Maret 2012

Satu Ruang

Mungkin aku sudah lelah dalam hal berbau cinta. Aku sekian lama menjalin hubungan tak satupun berakhir indah. Saat ini hanya tinggal satu ruang saja di hatiku. Biarkan yang sudah terjadi menjadi sejarah yang tak pernah terhapuskan oleh apapun. Kini aku tak ingin terlalu jauh berkhayal bahwa cintaku kan menyatu bersamanya. Aku akan mulai melihat realita saja. Dia sudah mempunyai calon pendamping, dan aku sudah tak bersamanya lagi. Saatnya aku mengisi satu ruang di hatiku dengan kebahagiaan yang tak pernah tergantikan apapun dan sampai akhir nafasku. Tuhan, setiap nafasku adalah doa yang kuhaturkan padaMu, kali ini aku memohon biarkan aku bahagia tanpa dia di sisiku. Pertemukan aku dengan seseorang yang benar-benar bisa menerimaku dan keluargaku. Biarkan dia juga bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. :) Selamat menempuh hidup baru. . .

Kamis, 15 Maret 2012

Tidak Bisa Dibeli

Setiap orang pasti mempunyai sejarah dan kesempatan. Sejarah tidak hanya buruk saja, namun sejarah pasti menghasilkan sesuatu keindahan. Kesempatan yang sudah kita lewati dan jalani tidak bisa dibeli dengan apapun. Aku merasa bahagia ketika mempunyai sejarah yang luar biasa indahnya. Tapi satu hal yang membuat aku tidak bahagia adalah ketika aku tidak bisa melakukan hal yang sama seperti dulu lagi. Aku saat ini seperti bangkai yang tak berdaya. Diam dan diam adalah pekerjaanku sekarang. Aku tidak bisa berpetualang, aku tidak bisa bermain musik sesuka hati, aku tidak bisa nongkrong bareng temen-temen lagi, aku tidak bisa mancing bersama seorang yang kusayangi (untuk saat ini). Aku ingin melakukan hal-hal itu lagi. Sangat rindu aku dengan masa-masa berkumpul dengan teman. Mungkin memang benar aku sangat susah dalam bergaul di kota ini. Sampai sekarangpun aku belum mampu mencari teman yang pas. Hanya 1 orang. Jangan sampai hilang lagi. Aku lelah mencari teman. Banyak perbedaan yang membuat semuanya berakhir. Yah, memang butuh waktu. Yang pasti menikmati keadaan dan keseharian dengan bahagia. Maka akan menjadi sejarah yang indah dan tidak bisa dibeli. hahahahahahaha... :D

Rabu, 14 Maret 2012

Ribuan Pertanyaan

Banyak pertanyaan yang tak ku mengerti.Aku membutuhkan sesuatu yang benar2 pasti dalam kehidupan. Sayangnya.. tidak ada yang pasti dalam kehidupan. hahahhaa.

Ini, Itu, Anu. . . -,-"

Wheeeee. . . aku bingung harus jawab apa. Kamu tanya tentang sesuatu yang penting dan sangat mendesak. hadeehhh.. plis deehh.. Jangan tanya dulu yaa. ehhehe.. Jangan salahkan aku, aku cuma isa jawab "ini, itu, anuuu.." hahahhaa.. Itu masih sangat tertutup beritanya. Ya semoga saja aku bisa menyelesaikan masalahku, cemunguuudd.. :D

Senin, 12 Maret 2012

Antara keadilan Dengan Ketakutan

Benar-benar membuat aku bimbang.. Apa yang harus aku lakukan? Nyawaku terancam dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi  korban membutuhkan kesaksianku. Mungkin aku akan memilih jadi "cadangan". Ketika mereka membutuhkan aku di keadaan yang genting ini, mungkin aku akan maju. Tetapi dengan syarat, nyawaku terancam. Karena aku hanya pendatang di sini. Aku masih mau melanjutkan karirku Tuhan, aku masih mau menyumbangkan jasa, keringat dan materiku untuk menyembuhkan ponakanku yang sedang sakit. Plis, Tuhan.. aku harus berbuat apa kali ini? Disatu sisi, temanku membutuhkan keadilan atas perlakuan dari penjaga kos. Dan aku harus menjadi saksi itu semua, karena aku melihat dengan mata kepala sendiri. Aku paling benci kantor polisi. Rasa-rasanya aku tidak ingin ke sana. Aku sayang banget sama papi, mami, ponakan, kakak, dan sodara yang lain. Aku ingin berada di sisi keluargaku sekarang. Benar-benar takut kali ini.. Tuhan, tolong aku yaaa.. :(

Sepi

Jangan jadikan cinta itu sebuah beban yang berat. Tapi jadikanlah indah. Tapi, kadang rasa sayang dan cinta membuat aku kesepian. Semua begitu merapat dan erat di pikiranku. Kadang aku mempunyai hasrat untuk mencintai dan dicintai seseorang. Hanya saja masa lalu membuat aku lelah, aku terlalu lelah untuk mencintai seseorang. Berulang kali dikhianati. Masih adakah yang tulus mencintai aku? Masih adakah seseorang yang bisa saling mengisi ruang dan waktu dengan aku? Rasa-rasanya pertanyaan itu membuat aku kesepian dan jenuh. hahahahahahaa. . . ada apa dengan diriku? Aku merasa hampa. . . :'(

Minggu, 11 Maret 2012

Ketidak adilan

Pagi-pagi, sekitar pk. 08.00 saya masih terlelap, karena semalam begadang mengerjakan tugas. Saya tiba-tiba terbangun mendengar teriakan anak perempuan. Kamar saya di lantai 3, tetapi saya sempat mendengar beberapa kali teriakan saling ejek di pintu pagar kos. Siapa sangka, ternyata ada cek cok antara teman depan kamar saya dengan penjaga kos. Saya langsung terbangun dan melihat situasi dari atas balkon. Ternyata sungguh mengejutkan, saya melihat banyak darah berceceran di wajah dan lantai teman anak depan kamar saya. Saya hanya bisa bertanya "kenapa?". Dan akhirnya saya turun, langsung saja saya mendatangi anak tersebut, dengan wajah penasaran dan sedikit panik saya bertanya apa yang sudah terjadi. Dia bercerita dari awal sampai akhirnya, dia terkena "tonjokan" dari penjaga kos. Karena hanya masalah sepele, yaitu menginap di kamar temannya, dan kamarnya berada tepat di depan kamarku. Tidak adil menurutku. Kenapa hanya sepihak yang diperlakukan seperti itu?? Sedangkan anak lain juga membawa teman, apalagi laki-laki. Peraturan di kos, laki-laki tidak boleh masuk. Tetapi kenapa tidak ada tonjokan untuk menegur bagi yang membawa seorang laki-laki ke dalam? Ini seorang perempuan, dan tidak pernah dihargai oleh penjaga kos. Saya miris melihat ini semua, benar-benar tidak ada keadilan. Hanya uang yang mampu mendamaikan mereka, karena penjaga kos yang "brengsek" tidak pernah mau kehilangan uang. Pagi ini benar-benar pagi yang paling buruk dalam kehidupanku.

Badung vs Bawel

Disela sela istirahatku, sambil mendengarkan lagu dari Iwan Fals - Ibu, tiba - tiba aku teringat masa kecil ku hingga masa sekarangku. Perjalanan yang sungguh sebentar tapi penuh warna. Aku mempunyai seorang mami yang luar biasa hebatnya. Begitu juga perasaan mami ku, beliau merasa mempunyai anak yang luar biasa hebatnya. hahahaha. Bagaimana tidak, tiada hari tanpa cek cok. :D aku bersikeras dengan cara pandang dan pemikiranku sendiri. Begitu juga dengan mami, bersikeras bahwa pemikiran dan tindakannya yang paling benar. Jarang terjadi kakakku bermasalah dengan mami. Hanya aku yang setiap hari selalu bermasalah. Mungkin mami tidak mau mendengarkan isi hati dan pemikiranku dulu. Aku merasa tidak ada keadilan di dalam keluarga, karena aku merasa iri dengan kedua kakakku. Dan aku selalu bertanya kepada mami "kenapa kok selalu aku yang salah? apa aku ini uda gak disayang?", dan dengan lantang mamiku menjawab "terus aja mikir jelek tentang mamimu!". Seketika aku diam, bukan karena aku takut. Aku tidak pernah takut ketika masa kecil-remaja. Tetapi seketika aku langsung berpikir "oo..mungkin aku benar-benar sudah ditolak di tempat ini." sambil membayangkan aku minggat dari rumah. Setiap masalah sepele, aku yang jadi korban "kebawelan" sang ibunda terbawel. Dan aku selalu menjawab emosi mami. Bodoh juga kalau dipikir, seharusnya aku biarkan mami ngoceh sendiri, dari situ mungkin tidak akan pernah punya talenta bawel lagi. hahaa. Tapi dasar sifatku yang tidak pernah terima diperlakukan tidak adil dan sifatku yang tidak mau kalah, jadi selalu sahut menyahut antar perdebatan "perang dunia". Sama - sama tidak mau mengalah ketika berperang mulut dengan mami. Tetapi, itu semua bukan berarti tidak bisa berubah, semua sudah berubah untuk masa sekarang. Karena papi ku yang merasa RISIH dengan ocehan ku dan mami. Suatu saat ketika aku berperang mulut dengan mami hingga aku membuat mami menangis, papi ku dengan kesabarannya memanggil aku di dalam kamarku. Dan berkata kepadaku "mamimu ngomongin kamu itu demi kebaikanmu sendiri. Bukan kebaikan orang lain, karena kamu anak papi mami. Coba kamu diam, resapi dan melihat dirimu sendiri, sudahkah kamu benar? belum tentu kan?". Aku masih emosi dan menyanggah perkataan papi, "terus salahku apa? kenapa setiap ada masalah aku juga ikut-ikutan kena? kenapa cece, koko gak pernah dimarahin? ya, aku tau, aku yang paling jelek, bodo, mati aja aku!". Semakin memanas keadaan di kamarku, dan papi menjawab pertanyaan serta pernyataanku "nduk, kamu itu ga bodo, kamu itu cerdas, kamu itu disayang, kamu itu panutan keluargamu kelak, kamu juga jadi ibu suatu hari nanti. Bagaimana kalau kamu punya anak yang mbangkang, badung kaya kamu gini? koko cecemu kenapa ga disentuh? soale mami lebih mengandalkan kamu di dalam keluarga. Kamu yang punya kepedulian tinggi sama sodara, lingkungan juga. Sekarang kamu coba pikir dulu, apa salahmu, apa salahnya mami. Masa ribut terus, ga malu ta sama tetanggamu? Minta maaf sama mami, coba diskusiin sama mami yang bener kaya gimana". Aku diam dan merenungkan masukan dari papi. Sekitar 30menit berlalu, aku datang ke kamar mami. Aku menyapa, "mi?". Dan mami menjawab dengan sengak, "masih mau bikin orang tuamu nangis terus?". Aku diam, aku mengalah dan berkata "minta maaf (sambil menjulurkan tanganku). Lha mami marah - marah terus, aku ya gak mau dimarahin. Enak men koko cece salah tapi jarang dimarahi. Aku cuma minta keadilan tentang itu. Gak minta yang laen, aku juga ga pernah nyusahin mami, aku manut, aku makan juga sembarang, aku baju juga ga pernah minta dibeliin, aku bisa sendiri, aku ulangan juga pasti dapet nilai yang baik, aku keluar belajar pasti belajar, ga pernah nakal, aku bantu-bantu kerjaan di rumah, aku bisa ngatur waktuku sendiri. Terus apa yang buat mami marah sama aku?". Dengan nada sendu, mami ku menjawab "kamu itu gendut! Liat dirimu, kamu ga bisa atur makanmu. Capek aku liat kamu seneng makan." Aku sempat kaget dengan jawaban itu, dan aku tidak bertanya lagi, aku hanya menuangkan sebuah pemikiranku, "mi, masih beruntung punya anak yang ga pernah ngeluh, ga pernah minta macem-macem. Masih mending punya anak ga rewel, gimana kalo mami punya anak tapi makane milih-milih? aku ga salah mi. Aku bener, aku makan dengan lahap karena aku bersyukur dapet makanan enak, meski papi mami menu sehari-hari always tempe. Aku juga ga malu bawa bekal tempe ke sekolah." dan aku langsung keluar kamar, kembali ke kamarku sendiri. Mami hanya diam saja. Seiringnya aku tumbuh, aku jadi berpikir bahwa menyelesaikan dengan kepala dingin lebih enak. Dari situ aku selalu mengalah dan bicara halus dengan mami. Karena mami selalu hadir disaat aku senang ataupun susah. Selalu menasihati aku, selalu melindungi aku sebagai anaknya. Aku juga akan berusaha lebih sayang sama mami, ga cuma sama papi. Akhirnya, tidak ada istilah "Badung vs Bawel" lagi. hahahaahahahaaa.... kisah yang lucu dan tidak masuk akal di masa kecilku. :D tapi aku sangat sayang keluargaku, begitu juga sebaliknya. Aku tidak mau mengecewakan mereka semua. Semangaaatt..!!! :D

Sabtu, 10 Maret 2012

Bergelut dengan Alam

Aku ngidam pengen jalan-jalan.. hehe. rasa'e enak bisa pergi-pergi bareng temen. pengen bergelut dengan alam lagi, mancing lagi. enak kali yaa kaya dulu. hmm.. pengen rex. andai aku punya seseorang yang special. sudah isa jalan-jalan pasti.. hooooooaaaaa!!!!!!

Mencoba. . .

"hahahahaha. . ." saya selalu tertawa dengan semua pertanyaan yang hadir tentang hidup saya. dan kenapa setiap pertanyaan yang muncul ada pengalaman dan kenanganku bersama "dia". hey. . aku tidak ingin semua itu hadir. muak aku dengan masa lalu. tapi terlalu banyak kenangan dan pengalamanku bersamanya. pun dia yang menjadikan cara pandangku berbeda dari yang sebelumya. hmm... sekian lama aku dan dia menjalin hubungan yang berawal dari ketidakpastian, dan akhirnya layu sebelum berkembang. dia melayukan cintanya untukku, dan mengembangkan cintanya untuk yang lain. aku lelah, dia pun lelah menjalani hubungan tanpa ada kepastian. hahahahahahhaaa. . . aku tak mampu menangis, dan tertawa yang bisa aku lakukan. berdiskusi dengan teman-teman ku kini membuat aku lebih mengingat lagi. karena di tiap pengalamanku ada dia. aku mencoba untuk tidak menghiraukan perasaanku. aku ingin merubah rasa sayang ini menjadi rasa yang biasa sama dengan rasa ke teman-temanku. sangat butuh waktu untuk merubah semuanya. serasa sesak di dada. meski merasa sesak, tapi aku tetap mencoba untuk menyangkal perasaanku sendiri. rasanya ingin aku mendapat kehidupan yang baru, pendamping yang baru yang mampu menghapuskan rasa ini dan sepi ini. mencoba sabar sekarang. . hahahahahaa. terlalu singkat masa lalu ku, tapi melupakan rasa ini sangat tidak singkat.

Jumat, 09 Maret 2012

Hidup. . . Pertanyaan. . . Jawaban. . .

Hidup, pengembaraan yang tak terhenti. Sampai terpanggil Sang Kuasa, sekalipun ruang dan waktu menyelimuti jiwa. Kenapa tak kau hancurkan saja dengan keras hatimu? Namun, pertanyaan selalu mengetuk jiwa dan pikiran. Akhirnya, mimpi yang tiba. Seolah seperti orang MENDEM. Tidak tahu seperti apa langkah ini. Yang jelas, jawaban tak tertemukan. Aaahh... lingkaran apa ini? Hanya ada satu jawaban, "entahhhlaaahhh. . . . !"

Kamis, 08 Maret 2012

first post

hai.. namaku lusia. this is my first blog. . . :D monggooo. .